Cegah dan Kendalikan Kebakaran Dini, Disbun Giatkan Pembentukan KTPA di Masing-masing Desa yang ada di Kutim
Kabid
Perlindungan Disbun Kutai Timur Didik Prayitno
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
SANGATTA-
Dinas Perkebunan (Disbun) terus berupaya menggiatkan pembentukan Kelompok Tani
Peduli Api dalam beberapa tahun terakhir ini di masing-masing desa yang ada di
Kutai Timur. Kehadiran KTPA ini sangat penting dalam pencegahan dan pengendalian
dini di lapangan.
Sehingga kata Kabid Perlindungan Disbun Kutai
Timur Didik Prayitno, kebakaran lahan dan kebun yang terjadi bisa diatasi
dengan cepat berkat kehadiran KTPA. "Kita sudah menggiatkan pembentukan
KTPA di masing-masing desa beberapa tahun ini," ungkapnya, Rabu (30/11/2022).
Tidak hanya itu, perusahaan disekitar
desa-desa tersebut juga harus terlibat dalam pengendalian kebakaran lahan dan
kebun. "Kita melakukan MoU dengan perusahaan terdekat supaya mereka bisa
saling mendukung," paparnya.
Dengan MoU yang dilakukan tersebut,
perusahaan pun memberikan dukungan dengan berupaya mengadakan berbagai
pelatihan bersama. "Perusahaan juga memfasilitasi mereka agar pencegahan
dan pengendalian kebakaran bisa lebih maksimal dilakukan," tegasnya.
Ketua Brigade Kabupaten Kutai Timur itu pun
berharap agar tahun depan usulan fasilitas pengendalian kebakaran untuk KTPA
bisa disetujui pemerintah. "Tahun depan kita juga sempat ajukan, semoga
saja. Paling tidak dua KTPA yang akan memperoleh bantuan sarana dan prasarana
itu," pungkasnya.
Disinggung terkait wilayah mana saja yang
akan diusulkan mendapat sarana dan prasarana itu, Didik mengaku belum bisa
memberikan keputusan pasti. Pihaknya masih akan melakukan berbagai pertimbangan
untuk memutuskannya.
"Wilayahnya masih melihat kemungkinan
yang ada, karena kita melihat keaktifan dari KTPA. Ada beberapa pertimbangan
juga, yang jelas kita lihat juga semangat dari KTPA yang ada di Kutai Timur.
Kita ingin memberikan bantuan kepada mereka yang mau berkembang dan
aktif," bebernya.
Meski demikian, perusahaan yang sudah
melakukan MoU dengan pemerintah juga telah memberikan bantuan berupa sapras
kepada desa-desa yang ada di Kutai Timur.
"Kita minta perusahaan agar bisa
support, kita diskusikan bersama. Kadang jika tidak ada hotspot di desa itu,
ada perusahaan yang memberikan reward berupa yang senilai Rp50 juta sebagai
bentuk perhatian. Kadang, mereka dibantu alat pelindung diri dan sebagainya
yang terkait dengan pengendalian kebakaran" jelasnya.(ADV)